Friday, November 13, 2015

AKUNTAN PUBLIK, NASIBMU KINI

MFE-AKUNTAN PUBLIK, NASIBMU KINI-Akuntan publik merupakan salah satu pekerjaan yang dianggap bergengsi bagi sebagian orang. Pekerjaan ini dikatakan sebagai pekerjaan high level karena punya peran penting seperti halnya pengacara dan notaris PPAT. 

Menurut UU No. 5 Tahun 2011 tentang Akuntan Publik, untuk menjadi seorang akuntan tidak hanya lulus S1 Akuntansi (S.E) saja dan mengambil pendidikan profesi Akuntan (.Ak) saja, namun harus pula memenuhi kualifikasi CPA dibuktikan dengan lulus ujian sertifikasi. Namun pada saat ini profesi akuntan publik sudah kurang diminati oleh sebagian lulusan Akuntansi maupun lulusan pendidikan profesi akuntan sekalipun. 

Hal ini diungkapan dalam seminar 9th Research Day FEB UI tanggal 29 Oktober 2015. Menurut data Kemenkeu, jumlah pemegang gelar .Ak yang telah teregistrasi ialah sebanyak 53.300 orang dan dari jumlah tersebut hanya sebagian yang tercatat berprofesi sebagai akuntan aktif.

Setidaknya ada dua penyebab mengapa banyak pemegang gelar .Ak yang enggan berprofesi sebagai akuntan publik, yakni tidak lagi aktif sebagai akuntan publik (meninggal atau sakit parah-red) dan kurangnya minat pemegang gelar .Ak yang mau berprofesi sebagai akuntan.

Menurut data dari Sekretariat Jendral Kementrian Keuangan (2014) tercatat jumlah akuntan publik hanya mencapai 1.053 orang dan didominasi oleh segmen usia lebih dari 50 tahun sebesar 606 orang atau 57,55%. Disisi lain minat untuk menjadi akuntan pada segmen fresh graduate (dibawah 30 tahun) hanya mencapai 10 orang atau 0,94%. Regenerasi akuntan publik pada segmen  fresh graduate ini masih dianggap sangat sedikit dibandingkan dengan output lulusan akuntansi pada umumnya dan khususnya bagi lulusan pendidikan profesi akuntan.

Persebaran Usia Akuntan Publik
Sumber: Pusat Pembinaan Profesi Keuangan-Setjen Kemenkeu (2014)
Ada beberapa hal yang mengakibatkan fresh graduate enggan untuk menjadi akuntan public, yakni seperti waktu kerja yang overtime, deadline yang tidak realistis, stressing/tekanan dan politik perusahaan. Faktor yang banyak mempengaruhi ialah overtime dan tekanan pekerjaan. 

Dalam menyelesaikan audit suatu perusahaan, seorang auditor dan akuntan harus bekerja ekstra keras hingga larut malam bahkan sampai tidak pulang sekalipun. Hal ini banyak terjadi pada bulan tutup buku perusahaan sekitar akhir tahun hingga bulan maret.

Deadline yang terjadi hingga larut malam bahkan hingga nginep di kantor mengakibatkan stress kerja tersendiri bagi akuntan. Selain itu banyaknya ajakan untuk kongkalingkong dengan emiten menjadikan pertaruhan bagi profesionalitas akuntan itu sendiri dengan tetap bersikap netral dalam hal audit laporan keuangan.

Adapun sanksi yang diberikan kepada akuntan yang tidak professional ialah berupa sanksi administratif dengan pencabutan izin usaha atau sanksi pidana minimal 5 tahun penjara.  Adapun ketika pencabutan izin dijatuhkan kepada akuntan publik, maka yang bersangkutan tidak dapat lagi mengajukan izin membuka akuntan public kembali.

Terlepas dari beberapa faktor diatas, peran akuntan publik sangatlah penting terlebih dalam menghadapi MEA 2015. Dalam persaingan regional ini banyak perusahaan baik domestik maupun multinasional memerlukan bantuan audit keuangan dalam rangka pelaporan perpajakan dan juga sebagai informasi bagi investor dalam kegiatan investasinya.

Untuk itulah diperlukan banyak tenaga akuntan dalam menjawab persaingan MEA tersebut. Diharapkan pertumbuhan akuntan tidak hanya bertumpu pada segmen usia senior semata, namun juga harus adanya regenerasi oleh segmen fresh graduate pula.

DAFTAR REFERENSI:
  1. Sinaga, Rosita Uli. 2015. Handout Presentasi “Why Financial Reporting Matters?” Dipresentasikan pada seminar 9th Research Day FEB UI Tanggal 29 Oktober 2015
  2. Undang-undang Nomor 15 Tahun 2015 Tentang Akuntan Publik.
  3. Maryani,  Neni dan Rudiana. 2014. Pengaruh Persepsi Mahasiswa Akuntansi Mengenai Lingkungan Kerja Auditor Eksternal Terhadap Pilihan Karirnya Sebagai Auditor. (Studi Kasus Pada Mahasiswa dan Alumni Jurusan Akuntansi Perguruan Tinggi Swasta se-Kopertis Wilayah IV Jawa Barat Banten). Jurnal SNEB.
  4. Pusat Pembinaan Profesi Keuangan Kementrian Keuangan Republik Indonesia. 2014. Profil Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik 2014.

Keywords:

  1. Pendidikan Profesi Akuntan
  2. Peluang jadi Akuntan
  3. PPAK Universitas Indonesia
  4. Pascasarjana Akuntansi Universitas Padjadjaran
  5. Pendidikan Akuntan Universitas Gadjah Mada
  6. Akuntan Publik
  7. Prospek Karier Jurusan  Akuntansi
  8. Lulusan Pendidikan Akuntan 2015 2016 2017
  9. Bagaimana cara jadi akuntan
  10. Fresh graduate akuntan publik
  11. Job desc akuntan
  12. Cara kerja akuntan
  13. Presentase akuntan Indonesia
  14. Jadi akuntan enak ga
  15. Gaji akuntan publik
  16. Emiten akuntan public
  17. Fakultas Ekonomi dan Bisnis
  18. Akuntan Sedikit
  19. Akuntan dalam persiangan MEA
  20. Lulusan CPA
  21. UU No 15 tahun 2015
  22. Perjuangan menjadi akuntan
  23. Ekonomi akuntansi



Related Posts

Posted by: Admin MFE Mahasiswa Fakultas Ekonomi, Updated at: 5:07 AM
AKUNTAN PUBLIK, NASIBMU KINI
4/ 5
Oleh

Berlanggangan via email

Mau dapet Updatean artikel MFE? Ayoo masukkan emailmu disini.